Rabu, 07 Oktober 2015

Perkenalkan!



Perkenalkan nama saya Arfan Hidayah Hasibuanbisa dipanggil Arfan, Abang, Bang Arfan atau boleh juga Hasibuan, tetapi kebanyakan tetangga se desaku memanggil dengan sebutan “abang” atau “pak Mantri”. Akan tetapi di lingkungan Alumni IPB yang berasal dari daerah asalku memanggil dengan sebutan “Om” oleh teman-teman seangkatanku maupaun kakak kelas yang usianya diatasku dan yang terdengar lucu adalah nama panggilan dari adik-adik kelasku “Bang Om”, bagaimana tak lucu atau mungkin aneh? Sudah Bang, Om pula haha... :}
Aku terlahir dari keluraga suku Batak dengan Marga Hasibuan di Kota balige yang dahulu adalah sebuah ibukota kecamatan di Tapanuli Utara yang sekarang sudah menjadi sebuah ibukota Kabupaten tepatnya Kabupaten Toba Samosir. Kota ini berada di pinggir selatan danau terbesar di Indonesia yang sangat terkenal keindahannnya yaitu Danau Toba. Aku lahir pada tanggal 30 September tahun 1981. Menurut penuturan kedua orangtuaku, aku lahir di sebuah rumah milik keluarga besar TD Paedede, bos garmen di Sumatera Utara. Saat itu ayah seorang guru yang bertugas di SMEA Negeri Balige yang sekarang berubah nama tetapi aku tak tahu apa namanya.  Karena di tahun-tahun tersebut populasi penduduk beragama Islam masih sedikit di sana dan kota Balige masih kecil sehingga sangat sulit mendapatkan kontrakan. Setelah beberapa waktu mencari kontrakan akhirnya mereka ditawarkan untuk menempati rumah milik keluarga Pardede, tak perlu bayar, hitung-hitung merawat dan membersihkan rumah. Lokasi rumah tersebut di Sangkar Ni Huta Listrik. Nama desa yang Unik hehe..
Ayahku bernama Hollat Sanusi Hasibuan dan Ibuku Ernawati Hasibuan. Terlihat aneh dari kan? Menurut adat istiadat suku Batak, satu marga tidak boleh menikah, orang yang satu marga itu saudara dekat. Tetapi tak ada yang bisa menolak takdir perjodohan tersebut, ayah dan ibu sepakat mengikat pernikahan walau masih satu marga. Ayahku berasal dari Hutaraja Lama, kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas yang merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sedangkan Ibuku berasal dari Ujung Gading, Pasaman Barat, Sumatera Barat. Daerah Pasaman, walau berada di wilayah Sumatera Barat, akan tetapi banyak penduduknya yang merupakan keturunan Sumatera Utara. Marga-marga yang banyak bermukim di Pasaman seperti: Lubis, Nasution, Hasibuan, Rangkuti dll.
Ayah dan Ibu berprofesi sebagai Guru. Ayah seorang Guru Matematika sedangkan ibu Guru Bahasa Indonesia. Pasangan Eksak dan Non Eksak hehe...
Setelah berumur 4 tahun keluarga kecilku pindah ke Kota Padang Sidempuan, ibukota dari Kabupaten Tapanuli Selatan saat itu yang mempunyai julukan Kota Salak. Kota ini disingkat PSP, akan tetapi kebanyakan generasi muda lebih senamg menyebut Pasid. Banyak yang keliru dalam menuliskan nama kota Padang Sidempuan dengan Padang Sidimpuan. Tapi apapun penulisannya yang penting mereka tetap cinta pada kotaku ini. Di kota ini kami berpindah-pindah tempat karena hidup mengontrak, mulai dari Kampung Muhammadiyah , Jalan Danau Kerinci, Jalan Danau Maninjau, ke jalan Danau Singkarak, ke Jalan Danau Toba dan setahun kemudian kembali ke Jalan Danau Singkarak lagi, semua Lokasi ini berada di daerah Siborang atau tepatnya di kelurahan wek V (lima) Kota Padang Sidempuan. Keluargaku bermukim di sana sekitar 9 tahun. Di Siborang ini juga aku menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri 148078 atau biasa disebut SD Inpres Bertingkat. Di SD tersebut aku selalu juara lho hehehe...
1 Januari 1995, keluarga kecilku pindah ke rumah baru. Kali ini tidak lagi mengontrak. Rumah ini di bangun oleh kedua orangtuaku. Rumah ini berada Kelurahan Timbangan (pemekaran keluran Wek I) Kecamatan Padang Sidempuan Utara. Tepatnya di Janji Bangaun (Dahulu Kampung Tem[pel). Kini di rumah tersebut hanya tinggal Ibuku dan adik laki-lakiku, Wahyu beserta anak dan istrinya.

Selama di kota ini akau menjalani pendidikan mulai dari TK hingga SMA. Mulai dari TK di TK PERSIt I-49 Kartika Chandra Kirana, SD di SD 148078. Tinkat SMP aku jalani di di 2 sekolah, di SMP N1 selama dua Catur Wulan, kemudian Pindah ke SMPN 5 hingga tamat. Pendidikan SMA aku jalani di SMU Negeri 3 Padang Sidempuan. SMP Negeri 5 dan SMU Negeri lokasinya berdekatan, berseberangan jalan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Padang Matinggi, kota Padang Sidempuan.
Setelah Tamat aku lanjut kuliah ke kota hujan di Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor. Di IPB aku menjalani program Diploma III Manajer Alat dan Mesin Pertanian di bawah Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Tenologi Pertanian. Di kota yang dalam bahasa Belanda disebut Buitenzorg inilah nama “Om’ dan “Bang Om” aku dapatkan. Kota seribu angkot bermotto Tegar Briman inilah aku menjalani tempaan hidup menuju proses kedewasaan. Banyak pelajran tentang hidup aku dapatkan di sini. Pokoknya penuh kenangan dan takkan pernah terlupakan.
Setelah tamat dari Diploma III IPB aku sempat pulang dan bekerja sebagai Guru di SMP Negeri ! Trans Aliaga, Hutaraja Tinggi. Akan tetapi profesitidak lama karena jiwa pertanian lebih kuat dibanding darah guru ternyata! Akhirnya kuputuskan untuk kembali merantau ke kota yang telah menggemblengku selama kuliah, kota Bogor!
Tahun 2006 aku mendaftar sebagai Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian, setelah mengikuti test dan bersaing dengan 62.000 lebih pendaftar, aku lulus dan diterima bekerja sebagai THL TB PP atau Tenaga Harian Lepas Penyuluh Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia hingga saat tulisan ini saya buat.
Mulai bulan Maret 2007 hingga Desember 2010, aku bertugas di BP3K Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Tahun 2009 aku menikah dengan rekan sesama THL TBPP tetapi dari kabupaten Kuningan. Tahun 2010, aku mulai merasakan kelainan pada kondisi mataku, dokter yang memeriksa merekomendasikan agar aku dekat dengan keluarga (saat itu dokter belum berani menyebut nama penyakit mataku). Ada beberapa hal yang membuat keputusanku bulat untuk pindah kabupaten: rekomendasi dokter, kelahiran putra pertamaku dan ajakan seorang teman untuk tukar tempat. Akhirnya sejak awal Januari 2011 aku resmi menjadi personil THL TBPP kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat hingga saat ini.
Itulah sekilas tentang aku dan bagaiman aku bisa sampai di kabupaten Kuningan. Lain kali kita kan berkenalan lebih dalam lagi tentang aku dan keseharianku. Blog ini akan menjadi catatan tentangku, tentang lingkunganku, lingkungan kerjaku, yang ku dengar, kurasa, kulihat dan ku alami.
Salam NgeBlog!